Keutamaan orang yang sabar atas penyakit yang menimpanya
1. Penyakit kejiwaan yang paling ringan sekalipun seperti kegelisahan, kesusahan dan kesedihan atau duri yang mengenai seorang muslim atay demam yang sangat tinggi maka semua itu bisa menghapuskan kejelekan, mengangkat derajat, menambah kebaikan dan menjadi sebab kebaikan bagi orang yang sakit.
Disebutkan dalam hadist bahwa Rasulullah saw bersabda :
”Tidaklah seorang muslim ditimpa kepenatan, sakit yang berkesinambungan, kebimbangan, kesedihan, penderitaan, kesusahan, sampai duri yang ia tertusuk olehnya, kecuali dengannya Allah hapus dosa-dosanya.”(Muttafaqun ‘alaih)
”Menakjubkan urusan seorang mukmin itu, seluruh urusan baginya merupakan kebaikan, jika ia diberi kesenangan ia bersyukur, maka hal itu merupakan kebaikan baginya. Dan jika ditimpa kesusahan ia bersabar, maka hal itu menjadi kebaikan pula baginya. Sikap tersebut tidak terdapat kecuali pada diri seorang mukmin.”(HR Muslim).
”Barangsiapa yang dikehendaki suatu kebaikan oleh Allah pada dirinya, maka Dia akan melimpahkan musibah kepadanya”(HR Al-Bukhari)
”Cobaan itu akan senantiasa menimpa seorang mukmin dan mukminah, baik dengan sirinya sendiri, anaknya, dan hartanya, sehingga ia menemui Allah tanpa membawa dosa.” (HR At-Tirmidzi; hasan Shahih)
Contoh-contoh penyakit yang mengandung manfaat secara Din dan kesehatan
Meningkatnya suhu badan yang dinamakan dengan malaria atau demam yang sering menimpa orang yang sudah besar. Dan ketika menjangkiti anak-anak, mereka tidak mampu menahan panasnya yang sangat tinggi, sehingga terkadang anak kecil bisa mengalami keterbelakangan mental atau idiot.
Suatu saat Rasulullah saw pernah mengunjungi Ummu Sa’ib dan bertanya, ”Mengapa engkau menggil wahau Ummu Sa’ib?” Ia menjawab, ”Saya sakit demam, semoga Allah tidak memberikan keberkahannya padanya.” Lalu Rasulullah saw bersabda :
”Janglah engkau mencela penyakit demam, karena ia akan menghapuskan kesalahan-kesalahan anak Adam sebagaimana alat pandai besi itu dapay menghilangkan karat besi.” (HR Muslim)
Ibnu Abi Ad-Dunya berkata, ”Mereka (para salaf) senantiasa mengharapkan agar menderita sakit demam dalam satu malam sebagai pengahapus dosa-dosa yang telah berlalu.”
Sedangkan menurut riwayat Imam Ahmad dengan sanad yang shahih dari Ibnu Amru :
”Demam yang menimpanya selama sehari dapat menghapuskan dosa selama setahun.”
Disebutkan pula dalam Al-Adab Al-Mufrad karya Imam Al-Bukhari riwayat dari Abu Hurairah ra, bahwa ia berkata :
”Tidak ada satu penyakit yang menimpaku, yang lebih aku cintai daripada demam.” (HR Al-Bukhari dalam Adab Al-Mufrad)
Adapun sebabnya-wallahu a’lam-karena demam dapat merasuk ke setiap anggota dan persendian bahan. Sedangkan dianatara manfaat dari penyakit demam adalah meningkatkan kesehatan. Dalam Fawa’idul Maradh, Syakikh Abdurrahman bin Yahya Al-Muallimi – ulama dari Yaman (edt.) – berkata, ”Demam atau yang sering dikenal dengan malaria, mempunyai beberapa manfaat bagi tubuh yang tidak kita ketahui kecuali Allah swt. Sebabnya, demam dapat mengalirkan endapan-endapan, mengeluarkan racun – racun tubuh, lalu dikeluarkan dari bahan. Yang demikian tidak bisa dilalukan oleh obat apapun selain demam itu sendiri.”
sebagian tokoh – tokoh medis berkata, ”Sesungguhnya, penyakit yang banyak memberikan kegembiraan adalah demam, sebagimana gembiranya orang yang sakit dengan kesembuhannya. Demam yang menimpa tubuhnya lebih bermanfaat daripada menelan banyak obat-obatan. Di antara penyakit – penyakit yang menimbulkan reaksi panas di saat pengobatannya adalah sakit radang mata, lumpuh dan perot mulut yakni bengkok pada sudut mulut (stoke). Demam yang ada dalam penyakit – penyakit tersebut dapat menambah sehat. Demam juga merupakan penyakit yang paling baik untuk menghapuskan dosa – dosa.”
2. Menumbuhkan rasa takut pada diri hamba sehingga ia kembali kepada Allah dan Istiqamah di atas din-Nya.
Allah swt berfirman dalam surat Az-Zukhruf:48
“Dan Kami timpakan kepada mereka azab supaya mereka kembali (ke jalan yang benar)”
Oleh karena itu, Allah swt tidak menguji seorang hamba kecuali untuk menumbuhkan rasa takutnya sehingga ia kembali kepada Rabb-Nya.
3. Menjadi sebab kecintaan Allah terhadap orang yang sakit.
Sabda Rasulullah saw :
”Sesungguhnya, besarnya pahala itu sama dengan besarnya ujian. Dan sesungguhnya, jika Allah mencintai suatu kaum, niscaya dia akan menurunkan ujian bagi mereka. Barang siapa uang ridha, maka akan mendapatkan keridhaan-Nya. Dan barang siapa yang marah, maka akan mendapatkan kemarahan-Nya.” (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah ; Shahih)
4. Orang yang sakit akan terus mendapatkan pahala amal saleh yang senantiasa ia kerjakan tatkala sehat dengan sungguh-sunggug, yaitu akan ditulis baginya pahala secara sempurna.
Rasulullah saw memberitakan kabar gembira ini dalam hadist Abu Musa Al – Asy’ari :
”Jika seseorang jatuh sakit atau sedang berpergian, maka Allah swt akan menuliskan baginya pahala amal yang biasa ia lakukan dalam keadaan mukmin sehat.”(HR Al-Bukhari)
5. Di antara manfaat sakit adalah dekatnya Allah swt dengan orang yang sakit.
Allah berfirman dalam hadist qudsi :
”Wahai anak Adam, hamba-Ku sakit, namun engkau tidak menjenguknya, tidak tahukah jika kamu menjenguknya, maka kamu akan mendapati Aku bersamanya?” (HR Muslim)
6. Di antara manfaat sakit adalah bertambahnya pahala pada hari kiamat.
Jabir ra berkata, ”Rasulullah saw bersabda”:
”Pada hari kiamat kelak, ketika orang – orang uang mendapat musibah diberi pahala, orang – orang yang sehat mengharapkan sekiranya sewaktu didunia dahulu kulit mereka disayat dengan penyayat.” (HR At-Tirmidzi;hasan)
7.penyakit yang diderita tersebut dapat menjadi sebab dirinya masuk surga dengan izin Allah swt.
Referensi :
Hadi Abdul A M, Hamd. 2013.Allah Sayang Kamu.Solo:Aqwam Media Profetika






























