RSS

Hikmah di Balik Rasa Sakit

Keutamaan orang yang sabar atas penyakit yang menimpanya

1. Penyakit kejiwaan yang paling ringan sekalipun seperti kegelisahan, kesusahan dan kesedihan atau duri yang mengenai seorang muslim atay demam yang sangat tinggi maka semua itu bisa menghapuskan kejelekan, mengangkat derajat, menambah kebaikan dan menjadi sebab kebaikan bagi orang yang sakit.

Disebutkan dalam hadist bahwa Rasulullah saw bersabda :

”Tidaklah seorang muslim ditimpa kepenatan, sakit yang berkesinambungan, kebimbangan, kesedihan, penderitaan, kesusahan, sampai duri yang ia tertusuk olehnya, kecuali dengannya Allah hapus dosa-dosanya.”(Muttafaqun ‘alaih)

”Menakjubkan urusan seorang mukmin itu, seluruh urusan baginya merupakan kebaikan, jika ia diberi kesenangan ia bersyukur, maka hal itu merupakan kebaikan baginya. Dan jika ditimpa kesusahan ia bersabar, maka hal itu menjadi kebaikan pula baginya. Sikap tersebut tidak terdapat kecuali pada diri seorang mukmin.”(HR Muslim).

”Barangsiapa yang dikehendaki suatu kebaikan oleh Allah pada dirinya, maka Dia akan melimpahkan musibah kepadanya”(HR Al-Bukhari)

”Cobaan itu akan senantiasa menimpa seorang mukmin dan mukminah, baik dengan sirinya sendiri, anaknya, dan hartanya, sehingga ia menemui Allah tanpa membawa dosa.” (HR At-Tirmidzi; hasan Shahih)

Contoh-contoh penyakit yang mengandung manfaat secara Din dan kesehatan

Meningkatnya suhu badan yang dinamakan dengan malaria atau demam yang sering menimpa orang yang sudah besar. Dan ketika menjangkiti anak-anak, mereka tidak mampu menahan panasnya yang sangat tinggi, sehingga terkadang anak kecil bisa mengalami keterbelakangan mental atau idiot.

Suatu saat Rasulullah saw pernah mengunjungi Ummu Sa’ib dan bertanya, ”Mengapa engkau menggil wahau Ummu Sa’ib?” Ia menjawab, ”Saya sakit demam, semoga Allah tidak memberikan keberkahannya padanya.” Lalu Rasulullah saw bersabda :

”Janglah engkau mencela penyakit demam, karena ia akan menghapuskan kesalahan-kesalahan anak Adam sebagaimana alat pandai besi itu dapay menghilangkan karat besi.” (HR Muslim)

Ibnu Abi Ad-Dunya berkata, ”Mereka (para salaf) senantiasa mengharapkan agar menderita sakit demam dalam satu malam sebagai  pengahapus dosa-dosa yang telah berlalu.”

Sedangkan menurut riwayat Imam Ahmad dengan sanad yang shahih dari Ibnu Amru :

”Demam yang menimpanya selama sehari dapat menghapuskan dosa selama setahun.”

Disebutkan pula dalam Al-Adab Al-Mufrad karya Imam Al-Bukhari riwayat dari Abu Hurairah ra, bahwa ia berkata :

”Tidak ada satu penyakit yang menimpaku, yang lebih aku cintai daripada demam.” (HR Al-Bukhari dalam Adab Al-Mufrad)

Adapun sebabnya-wallahu a’lam-karena demam dapat merasuk ke setiap anggota dan persendian bahan. Sedangkan dianatara manfaat dari penyakit demam adalah meningkatkan kesehatan. Dalam Fawa’idul Maradh, Syakikh Abdurrahman bin Yahya Al-Muallimi – ulama dari Yaman (edt.) – berkata, ”Demam atau yang sering dikenal dengan malaria, mempunyai beberapa manfaat bagi tubuh yang tidak kita ketahui kecuali Allah swt. Sebabnya, demam dapat mengalirkan endapan-endapan, mengeluarkan racun – racun tubuh, lalu dikeluarkan dari bahan. Yang demikian tidak bisa dilalukan oleh obat apapun selain demam itu sendiri.”

sebagian tokoh – tokoh medis berkata, ”Sesungguhnya, penyakit yang banyak memberikan kegembiraan adalah demam, sebagimana gembiranya orang yang sakit dengan kesembuhannya. Demam yang menimpa tubuhnya lebih bermanfaat daripada menelan banyak obat-obatan. Di antara penyakit – penyakit yang menimbulkan reaksi panas di saat pengobatannya adalah sakit radang mata, lumpuh dan perot mulut yakni bengkok pada sudut mulut (stoke). Demam yang ada dalam penyakit – penyakit tersebut dapat menambah sehat. Demam juga merupakan penyakit yang paling baik untuk menghapuskan dosa – dosa.”

2. Menumbuhkan rasa takut pada diri hamba sehingga ia kembali kepada Allah dan Istiqamah di atas din-Nya.

Allah swt berfirman dalam surat Az-Zukhruf:48

“Dan Kami timpakan  kepada mereka azab supaya mereka kembali (ke jalan yang benar)”

Oleh karena itu, Allah swt tidak menguji seorang hamba kecuali untuk menumbuhkan rasa takutnya sehingga ia kembali kepada Rabb-Nya.

3. Menjadi sebab kecintaan Allah terhadap orang yang sakit.

Sabda Rasulullah saw :

”Sesungguhnya, besarnya pahala itu sama dengan besarnya ujian. Dan sesungguhnya, jika Allah mencintai suatu kaum, niscaya dia akan menurunkan ujian bagi mereka. Barang siapa uang ridha, maka akan mendapatkan keridhaan-Nya. Dan barang siapa yang marah, maka akan mendapatkan kemarahan-Nya.” (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah ; Shahih)

4. Orang yang sakit akan terus mendapatkan pahala amal saleh yang senantiasa ia kerjakan tatkala sehat dengan sungguh-sunggug, yaitu akan ditulis baginya pahala secara sempurna.

Rasulullah saw memberitakan kabar gembira ini dalam hadist Abu Musa Al – Asy’ari :

”Jika seseorang jatuh sakit atau sedang berpergian, maka Allah swt akan menuliskan baginya pahala amal yang biasa ia lakukan dalam keadaan mukmin sehat.”(HR Al-Bukhari)

5. Di antara manfaat sakit adalah dekatnya Allah swt dengan orang yang sakit.

Allah berfirman dalam hadist qudsi :

”Wahai anak Adam, hamba-Ku sakit, namun engkau tidak menjenguknya, tidak tahukah jika kamu menjenguknya, maka kamu akan mendapati Aku bersamanya?” (HR Muslim)

6. Di antara manfaat sakit adalah bertambahnya pahala pada hari kiamat.

Jabir ra berkata, ”Rasulullah saw bersabda”:

”Pada hari kiamat kelak, ketika orang – orang uang mendapat musibah diberi pahala, orang – orang yang sehat mengharapkan sekiranya sewaktu didunia dahulu kulit mereka disayat dengan penyayat.” (HR At-Tirmidzi;hasan)

7.penyakit yang diderita tersebut dapat menjadi sebab dirinya masuk surga dengan izin Allah swt.

tan_on_chocolate

Referensi :

Hadi Abdul A M, Hamd. 2013.Allah Sayang Kamu.Solo:Aqwam Media Profetika

 

 

 
 

Sungguh – sungguh dalam berdoa

berdoa

Kebanyakan masyarakat apabila ia  sakit hanya memfokuskan diri pada hal – hak yang bersifat material saja, seperti  upaya untuk menyembuhakan penyakitnya itu dengan cara pergi ke dokter terdekat, menjalani pengobatan dan  menggunakan obat – obatan. Mereka lupa akan hal – hal yang bersifat agamis.

Sesungguhnya doa lebih penting daripada obat. Dengan berdoa berarti engkau memohon kepada Allah, Zat Yang Maha Kuasa, Yang Maha Kaya, Yang Maha Berhak Mendapat Pujian, Yang Maha Penyantun, dan Yang Mahamulia. Allah-lah yang mengetahui apa yang menjangkitkanmu. Dia pulalah yang akan memperbaiki keadaanmu. Maka, bergegaslah kepada-Nya dan memohonlah kepada-Nya. Allah telah menunjukan hal ini pada kita dalam firmannya.

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendo’a apabila ia berdo’a kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. 2:186)

dia juga berfirman pada ayat lain :

”Dan Rabb-mu berfirman, ‘Berdoalah kalian kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan doa kalian’.”

berdoalah dengan doa ini dan memohonlah dengan berucap :

rabbaannaimassaniya dhdhurruwaantaarhamurrahimiina

”(Wahai Rabb-ku,) aku telah ditimpa kemelaratan, dan Engkaulah yang lebih pengasih dari segala yang pengasih.”

perbanyaklah doa ini, karena doa ini dapat menampik penyakit.

Kemudian selain hal tersebut kita juga dapat membaca surat Al – Ikhlash, Ayat Kursi, surat An-Nas, Al-Falaq, An-Nashr, kemudian tiuplah di kedua tanganmu, lalu usap kedua tanganmu pada tubuh.

Allah akan memberikan kesembuhan dari apa yang engkau dapati.

ayat-kursi-dan-terjemahan Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Naas Surat An-Naas al-falaq-wongalus an-nashr

Selain membaca surat – surat pilihan di atas, perawat juga dapat membimbing pasien untuk berdoa seperti berikut :

Auudzuubillaha waqodratihi  minsyarra maa a jiduwauhaadziru 7X

Artinya : Aku berlindung kepada Allah akan kekuasanaan-Nya dari kejahatan yang menimpa diriku dan yang aku khawatirkan

maksudnya, ”Aku berlindung kepada Allah dari sakit yang aku rasakan ditubuhku dan yang aku khawatirkan bertambah dan semakin parah.”

allahummagfili, warhamni, wa a’fini, warzuqnii

ya Allah, ampunilah Aku, sayangilah aku, sejahterakanlah(sehatkanlah) aku, dan karuniakanlah rezeki kepadaku.”

sesungguhnya, doa ini mempertemukan urusan duniamu dan akhiratmu. (HR Muslim)

 

Referensi :

Hadi Abdul A M, Hamd. 2013.Allah Sayang Kamu.Solo:Aqwam Media Profetika

 

 

 
 

Perbanyak Zikir kepada Allah

Perbanyaklah dzikir kepada Allah SWT

Allah swt berfirman :

Al Baqarah 152

Dengan hati dan lisan kita mengingat Allah. Dia-lah Yang Mahasuci, yang selalu mengaruniai kita dengan kasih sayang-Nya berupa nikmat dan kemuliaan-Nya.

Sesungguhnya, Allah memerintahkan kita untuk banyak mengingat-Nya. Dia berfirman :

Al Ahzab 41-42

Banyak ayat Al-Qur’an yang memerintahkan kita untuk banyak mengingat Allah. Seorang mukmin haruslah eksis untuk selalu mengingat Allah.

Dengan berdzikir kepada Allah, akan turun kepadamu rahmat Allah. Manakala rahmat Allah telah turun, maka akan diangkatlah bala’ (cobaan) dan datanglah kesembuhan. Sesunggujnya, Allah swt menerangkan bahwa berdzikir kepada-Nya adalah obat mujarab, yaitu penyembuhan bagi hati. Allah berfirman :

Ar Ra’d 28

Jika hati tenang, seluruh anggota badan menjadi stabil dan seluruh badan akan terasa segar.

Sesungguhnya, Allah telah menerangkan kepada kita bahwa berdzikir kepada-Nya akan memperbaiki keadaan, sekalipun sebelumnya dalam keadaan yang buruk.

Oleh sebab itu, perkara ini (pertolongan Allah akan turun) kepada siapa saka yang berdzikir kepada-Nya dengan sighah (ucapan) dibawah ini :

Doa Nabi Yunus yang terdapat dalam surat Al Anbiya 87

Faidah yang bisa kita ambil dari kisah Yunus as ini bahwa dengan dzikir kepada Allah, niscaya Allah akan melepaskan kesulitan yang dirasakan sangat berat oleh manusia.

Dzikir kepada Allah merupakan ibadah yang agung, yang mendekatkan seorang hamba kepada Rabb-Nya, dan Allah Mahakuasa atas segala sesuaty. Dia bisa mengubah keadaan seorang hamba daru kesempitan menuju kelapangan, dan dari kesulitan kepada kemudahan. Ingatlah kepada Allah dengan segala macam bentuk doa yang terdapat dalam Al-Qur’an maupun As-Sunnah seperti :

Bacaan untuk berdzikir

dan disukai membaca rangkaian dzikir, semisal.

”Mahasuci Allah, dan dengan memuji-Nya, (aku berkata) sebaik-baik bilangan makhluk-Nya, dan sebaik-baik ridha dari-Nya, dan seberat-berat timbangan Arsy-Nya, dan sebanyak-banyak tinta kalimah-kalimah-Nya. Dan segala puji (bagi Allah) dengan itu semua, dan Allah Mahabesar dengan itu semua.”

Perbanyaklah memohon kepada Allah dengan doa-doa ini. Insya Allah, sakit akan hilang. Dan bersungguh-sungguhlah dalam mengingat Allah dengan segala macam bentuk doa.

Bersungguh-sunggunglah dalam mengingat Allah, sehingga kamu tenggelam. Maksud tenggelam disini adalah sebisa mungkin zikir kepada Allah dapat merasuk ke dalam hati, sehingga hatimu akan luluh, dan mata akan berlinang air mata. Sesungguhnya, yang demikian memiliki pengaruh yang sangat besat dalam penyembuhan.

Sibukanlah hatimu dengan Allah dan berpalinglah dari manusia. Teruskanlah amalan itu sampai engkau menangis, karena hal itu merupakan obat penyembuh seluruh bagian tubuh. Dan berdoalah dalam berbagai keadaan.

Contoh-contoh menakjubkan tentang pengaruh dzikir kepada Allah dalam penyembuhan penyakit telah aku saksikan dalam beberapa contoh menakjubkan pengaruh dzikir kepada Allah dalam penyembuhan penyakit. Berapa banyak orang sakit, sementara orang – orang disekitarnya telah pesismis dengan keadaannya, lalu ia bersungguh-sungguh dalam berdzikir kepada Allah, hingga akhirnya para spesialis di sunia kedokteran dikejutkan dengan kesembuhannya.

Seorang laki – laki yang divonis dokter untuk diamputasi kedua tangannya karena kanker yang menyerang. Laki-laki itu lalu berdiam diri di masjid semalam suntuk sambil berdzikir kepada Allah. Dan ketika hampir fajar, ia merasakan ada semut yang berjalan diatas kedua tangannya. Ya, Allah menyembuhkannya.

Setelah beberapa saat, ia pergi ke dokter yang dulu memeriksanya. Seketika itu juga si dokter terkejut, seraya berkata padanya, ”Barang siapa mengetahui keutamaan berdzikir kepada Allah, maka tidak layak baginya untuk datang kepada kami.”

perbanyaklah berdzikir kepada Allah sehingga hati menjadi khusyuk dan mata berlinang air mata. Dengan berdzikir ini niscaya akan datang berkah dan kebaikan – kebaikan.

Dan sebaik-baiknya dzikir adalah  membaca Al – Qur’an.

membaca Al – Qur’an

Maka bacalah Al-Qur’an dan terus meneruslah dalam memahami dan mengamalkan nilai – nilainya. Dengan itu Alloh akan meridhaimu dan akan mengabulkan setiap hal yang emgkau kehendaki.

Dari Abu Said Al-Khudri ia berkata, Rasululloh bersabda, Allah swt berfirman :

Man syagholahulqurnuwadzikrii a’nmusalatii a’thoituhu afdhola maa a’thiissaailii na wa fadhlu kalaa mi llahi ala saairilkalaami kafadhlillahi ala kholqihi

”Barang siapa disibukkan Al-Qur’an dari mengingat-Ku dan memohon kepada-Ku, Aku berikan kepadanya sebaik-baik apa yang Aku berikan kepasa orang yang meminta. Dan keutamaan Kalamullah atas seluruh kalam (perkataan) sebagaimana keuttamaan Allah atas seluruh makhluknya.”(HR At Tirmidzi)

Sesungguhnya, membaca Al-Qur’an dapat menjadikanmu sebaik – baik golongan dan menjadikanmu termasuk dari wali-wali Allah.

Jika Al-Qur’an telah menyibukkanmu-yang dengannya engkau berdzikir dan berdia kepada Allah-maka sesungguhnya Allah dengan keutamaann-Nya akan mewujudkan untukmu setiap hal yang bisa memperbaiki keadaanmu. Dengan membbaca Al-Qur’an, sesungguhnya engkau termasuk wali-wali Allah yang saleh, yang telah berwali kepada-Nya dengan ketaatan, dan Allah akan memberikan kepada wali-walinya inayah(pertolongan).

Referensi :

Hadi Abdul A M, Hamd. 2013.Allah Sayang Kamu.Solo:Aqwam Media Profetika

 

 

 
 

Cara bersuci, Shalat dan Puasa Orang Sakit

assalamualaikum1

A. Bersuci

bersuci

Dari Huzaifah r.a, katanya : Rasulullah s.a.w

bersabda: …..dan (di antara keistimewaan yang

diberikan Allah Taala kepada kami ialah) dijadikan bumi ini seluruhnya sebagai tempat sembahyang untuk kami, dan tanahnya pula dijadikan untuk kami sebagai alat untuk bersuci apabila kami tidak mendapat air.

( Riwayat Muslim )
¡Tayamum menurut bahasa berarti menuju, sedangkan menurut syara berarti mengumpulkan debu yang suci kepada wajah dan ke dua tangan di sertai dengan niat dan cara tertentu.QS. Al-Maidah : 6

al maidah 6.

Artinya :

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit [403] atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh [404] perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan ni’mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”
[403] Maksudnya: sakit yang tidak boleh kena air. [404] Artinya: menyentuh. Menurut jumhur ialah: “menyentuh” sedang sebagian mufassirin ialah: “menyetubuhi.

Orang yang sakit wajib untuk bersuci menggunakan air dari hadats kecil, yaitu dengan berwudhu, dan dengan mandi dari hadast besar sebab junub atau haid dan nifas bagi kaum wanita. Jika ia tidak bisa mengerjakan karena tidak mendapati air atau tidak boleh menyentuh air, atau takut kalau penyakitnya bertambah parah, atau kesembuhan menjadi lambat jika menyentuh air, maka boleh bertayammum.

Caranya : Hendaknya ia menepukkan kedua tanggannya di atas tanah yang suci dan berdebu dengan sekali tepukan. Kemudian dengan jari – jari bagian dalam mengusap wajahnya, lalu kedua telapak tangannya.

Adapun untuk lebih jelasnya, saya akan membahas sedikit tentang bab Tayammum

a. Pengertian Tayammum

Tayammum ialah mengusap muka dan dua belah tangan dengan debu yang suci. Pada suatu ketika tayammum itu dapat menggantikan wudhu dan mandi dengan syarat – syarat tertentu.

b. Syarat – syarat Tayammum

Diperbolehkan bertayammum dengan syarat :

1. Tidak ada air dan telah berusaha mencarinya, tetapi tidak bertemu.

2. Berhalangan menggunakan air, misalnya karena sakit yang apabila menggunakan air akan kambuh sakitnya.

3. Telah masuk waktu shalat

4. Dengan debu yang suci

c. Fardhu Tayammum

1. Niat ( untuk dibolehkan mengerjakan shalat).

Lafazh niat :

Niat Tayammum

Gambar Bertayammum

1. Mula – myla meletakkan dua belah tangan diatas debu untuk diusapkan ke muka.

2. Mengusap muka dengan debu tanah, dengan dua kali usapan.

3. Mengusap dua belah tangan hingga siku – siku dengan debu tanag dua kali.

4. Memindahkan debu kepala anggota yang diusap

5. Tertib (berurut – turut)

¡قَالَ رَسُوْلُ الله : التَيَمّمُ َضَرْبَتانِ ,ضَرَبَةٌ لِلْوَجْهِ وَضَرَبَةٌ  لِلْيَدَيْنِ (رواه الد ارقطنى)
 “Rasulullah SAW telah bersabda : Tayamumlah itu dua kali tepukan, sekali untuk muka dan sekali lagi untuk kedua tangan. (HR. Daruqutni)

Keterangan :

Yang dimaksud mengusap bukan sebagaimana menggunakan air dalam berwudhu, tetapi cukup menyapukan saja dan bukan mengoles  – oles sehingga rata seperti menggunakan air.

d. Sunat Tayammum

1. Membaca basmalah (bismillaahirrahmaanirrahiim)

2.  Mendahulukan anggota tubuh yang kanan dari pada yang kiri

3. Menipiskan debu

e. Batal Tayammum

1. Segala yang membatalkan wudhu

2. Melihat air sebelum shalat, kecuali yang bertayammum karena sakit

3. Murtad, keluar dari islam

f. Cara menggunakan Tayammum

Sekali bertayammum hanya dapat dipakai untuk satu shalat fardhu saja, meskipun belum batal. Adapun untuk dipakai shalat sunah beberapa kali cukuplah dengan satu tayammum.

Bagi orang yang salah satu anggota wudhunya terbebat (dibalut), maka cukup bebat itu saja diusap dengan air atau tayammum, kemudian mengerjakan shalat.

Jika ia tidak bisa bertayammum, orang lain dapat mentayammuminya. Jika tidak seorangpun didapati, ia boleh shalat sesuai kondisinya. Allah berfirman :

Al-Baqarah : 286

Al Baqarah : 186

Artinya

“Allah tidak memberati seseorang melainkan apa yang terdaya olehnya. Ia mendapat pahala kebaikan yang juga diusahakannya, dan ia juga menanggung dosa kejahatan yang diusahkannya. (Mereka berdoa dengan berkata): “Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau membebankan kepada kami bebanan yang berat sebagaimana yang telah Engkau bebankan kepada orang-orang yang terdahulu kepada kami. Wahai Tuhan kami! Janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tidak terdaya memikulnya. Dan maafkanlah kesalahan kami, serta ampunlah kesalahan kami, dan berilah rahmat kepada kami. Engkaulah penolong kami; oleh itu, tolonglah kami untuk mencapai kemenangan terhadap kaum-kaum yang kafir”.”

Jika badan, pakaian, atau tempat tidurnya terdapat najis dan tidak bisa dihilangkan atau disucikannya, ia boleh shalat sesuai dengan kondisinya dan tidak perlu mengulanginya.

Siapa yang tidak mampu menahan keluaran air kencing, selalu buang air, darah, atau nanah yang terus menerus keluar dan tidak berhenti, maka hendaknya ia berwudhu ataupun bertayammum untuk setiap shalat sesuai dengan kondisi kesehatannya tersebut. Adapun sesuatu yang keluar ditengah – tengah shalat seperti air kencing, angin, nanah, dan darah, maka hal itu tidak membatalkannya shalatnya dan tidak perlu mengulanginya.

Sebagian orang yang sakit – semoga Alloh memberi petunjuk dan kesembuhan kepada mereka-sebenarnya dapat berwudhudan penggunaan air tidak membahayakan dirinya, akan tetapi ia malas berwudhu dan memilih untuk bertayammum. Bahkan bisa jadi sebagian dari mereka ada yang shalat tanpa bertayammum padahal mampu melakukannya. Maka yang seperti ini tidak diperbolehkan dalam shalatnya tidak sah, serta tertolak disisi Alloh swt.

B. Shalat

Shalat

Orang yang sedang sakit hendaknya bersungguh – sungguh melaksanakan shalatnya pada hari – hari sakitnya melebihi ketika hari – hari sehatnya. hendaknya, ia mengerjakan shalat menurut kemampuan dan kekuatannya. Rasululloh swt  telah menjelaskan dalam sabda beliau :

”Shalatlah dengan berdiri, jika tidak mampu maka shalatlah dengan duduk, jika tidak mampu juga, maka shalatlah dengan berbaring.” (HR. Al Bukhari)

dan dalam riwayat An-Nasa’i ada tambahan :

”Jika tidak mampu maka shalatlah dengan terlentang, Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”

Ia juga harus menunaikan setiap shalat tepat pasa waktunya. Jika ia merasa berat, boleh baginya menjamak antara shalat Zhuhur dengan Ashar serta Magrib dengan Isya’, baik jamak taqdim maupun jamak ta’khir sesuai dengan apa yang mudah baginya.

Orang yang sakit juga harus berusaha menghadap kiblat. Jika tidak memungkinkan, ia boleh shalat dengan menghadap ke arah manapun.

Jika orang yang sakit ketiduran atau lupa dari shalatnya, ia wajib mengerjakannya diwaktu bangun atau ingat, sebagaimana sabda Rasululloh swt:

”Barang siapa yang tidur sampai tidak menegerjakan shalat atau lupa tidak menegerjakannya, hendaknya ia shalat di saat ia ingat, karena tidak ada kafarat bagi shalat yang ditinggalkan kecuali dengan mengerjakannya di saat ia ingat. ” (HR. Muslim)

Orang yang sakit tidak boleh mengakhirkan shalatnya hingga keluar dari waktunya. Jika ia meninggalkan shalat hingga kuar dari waktunya padahal ia orang yang berakal, mukalaf, dan kuat untuk mengerjakannya meskipun hanya dengan isyarat, maka ia berdosa. Para ulama telah bersepakat atas kekafiran perbuatan tersebut.(Ini merupakan pendapat mayoritas ulama Arab Saudi, negeri tempat penulis berasal-edt.)

Ada juga orang sakit yang meninggalkan seluruh shalatnya dengan alasan bahwa di tubuh, badan, dan pakaiannya terdapat najis dan tidak bisa dihilangkan. Atau karena ia tidak bisa menghadap ke kiblat serta anggapan bahwa shalat telah gugur darinya sampai ia sembuh. Padahal, telah maklum diketahui oleh orang awam maupun orang berilmu bahwa shalat tidak gugur bagi seorang muslim dan muslimat selama akalnya masih ada.

Disini saya akan membahas sedikit panduan shalat bagi orang yang sakit

Orang yang sedang sakit wajib pula mengerjakan sholat, selama akal dan ingatannya masih sadar.

1. Kalau tidak dapat berdiri, boleh mengerjakan solat dengan duduk,

a. Cara mengerjakan rukuknya ialah dengan duduk membungkuk sedikit,

b. Cara mengerjakan sujudnya, seperti cara mengerjakan sujud biasa.

2. Jika tidak dapat duduk, boleh mengerjakannya dengan cara dua belah kakinya diarahkan ke arah kiblat, kepalanya ditinggikan dengan alas bantal dan mukanya diarahkan ke kiblat.

a. Cara mengerjakan rukuknya, sukup menggerakkan kepala ke muka.

b. Sujudnya menggerakkan kepala lebih ke muka dan lebih ditundukan,

3. Jika duduk seperti biasa dan berbaring  juga tidak dapat, maka boleh berbaring dengan seluruh anggota badan dihadapkan ke kiblat. Rukuk dan sujudnya cukup menggerakkan kepala, menurut kemampuannya.

4, jika tidak dapat mengerjakan dengan cara berbaring seperti diatas tersebut, maka cukup dengan isyarat, baik dengan kepala maupun mata. Dan jika semuanya tidak mungkin, maka boleh dikerjakan dalam hati, selama akal dan jiwa masih ada.

C. Puasa

Berkenaan dengan puasa, orang yang sakit boleh memilih salah satu dari tiga keadaan :

1. Jika orang yang sakit tidak merasa berat dan tidak membahayakannnya jika berpuasa, ia wajib berpuasa.

2. Jika orang sakit merasa berat untuk berpuasa, makruh baginya untuk berpuasa. Jika Allah telah menyembuhkannya, ia pun wajib menggantinya.

3. Jika berpuasa membahayakan dirinya, maka diharamkan ia mengerakannya. Jika Allah swt telah menyembuhkannya, ia wajib menggantinya.

Jika sakitnya tidak ada harapan untuk sembuh, ia harus memberikan makanan kepada seorang miskin setiap hari sejumalah puasa yang ditinggalkannya.

Referensi :

Hadi Abdul A M, Hamd. 2013.Allah Sayang Kamu.Solo:Aqwam Media Profetika

Nursiswati. Materi  Perkuliahan : PANDUAN TAYAMMUM, WUDU’ DAN SOLAT BAGI PESAKIT

JABATAN KEMAJUAN ISLAM MALAYSIA

http://www.islam.gov.my

Moh Rifa’i. 2009. Risalah Tuntunan Shalat Lengkap. Semarang : Karya Toha Putra

 
 
Sampingan

assalamualaikum1

jenguk

”Banyak pohon menggugurkan daunnya pada sebagian hari-hari dalam setahun.

Sebagaimana juga sakit menjadikan dosa-dosa berguguran dari diri orang yang sakit

sehingga ia terbebas dari dosa-dosanya”.

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa ditunjukan kepada penutup para nabi dan rosul, Nabi Muhammad saw, beserta keluarganya, sahabat dan para pengikutnya.

Saudraku yang sedang sakit… Semoga Allah menyembuhkanmu dan menyehatkanmu. Dalam Al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw, terdapat banyak hal yang berguna bagimu. Aku berniat menghimpun sebagian darinya dan aku memohon kepada Allah agar kiranya memberikan kemanfaatan darinya bagi kita semua.

Pertama, Orang sakit bukanlah orang yang hina di hadapan Alloh

Bagi Allah, orang yang sakit bukanlah orang yang hina… Bukan… Akan tetapi, menurut Allah ia mempunyai kedudukan yang sangat mulia. Saya bacakan sebuah hadits qudsi.  Rasulullah saw bersabda :

”Sesungguhnya, Allah swt berfirman pada hari hari kiamat, ‘Wahai Anak Adam, Aku sakit. Mengapa engkau tak menjenguk-Ku?’ Berkata anak Adam, ‘Bagaimana saya menjenguk-Mu, padahal Engkau adalah Rabb semesta alam?’ Allah menjawab, ‘Apakah engkau tidak mengerti bahwa hamba-Ku si Fulan sakit dan engkau tidak menjenguknya? Apakah engkau tidak mengerti bahwa seandainya engkau menjenguknya, niscaya akan engkau dapati Aku bersamanya?” ( HR Muslim )

Kedua: Sakit merupakan bukti bahwa Allah masih mencintaimu

Sakit tidak akan datang kepada seorang manusia sebagai cobaan, kecuali dengan takdir Allah swt. Allah menguji hamba-Nya dengan sakit dikarenakan satu dari dua hal :

1. Untuk menghapus dosanya

2. Untuk mengangkat derajat seorang hamba

Sumber : Hadi Abdul A M, Hamd. 2013.Allah Sayang Kamu.Solo:Aqwam Media Profetika

Mukadimah

 
 

Peran Perawat Dalam Membimbing Ibadah Pasien

assalamualaikum1Penulis : Nurmawanty

jenguk

Peran perawat sangat banyak sekali, salah satunya yaitu membantu klien dalam memenuhi kebutuhan dasarnya. Dimana klien tersebut, tidak dapat melakukan kegiatan atau aktivitas dikarenakan penurunan kemampuan mandirinya yang disebabkan oleh suatu penyakit atau kondisi kesehatannya sehinnga memerlukan bantuan atau mimbingan dari seorang perawat. Seorang perawat apabila membantu klien tidak hanya membantu dalam memenuhi  kebutuhan oksigen, cairan elektrolit, nutrisi, tetapi juga perawat harus membantu klien dalam memenuhi kebutuhan spiritualnya. Selain itu, dalam keperawatn holistik  seorang perawat bukan hanya memberikan asuhan keperawatan tentang tubuh untuk kembali ke normal atau dalam keadaan sehat jasmani, tetapi perawat juga harus memberikan asuhan terhadap pikiran dan jiwa klien (keadaan rohani). Pemenuhan kebutuhan spiritual klien dapat membantu menurunkan penderitaan dan membantu penyembuhan fisik dan mentalnya. Untuk melaksanakan perawatan spiritual, perawat harus terampil dalam membina hubungan saling percaya antara perawat dan klien. Karena keterlibatan dalam memenuhi kebutuhan spiritual klien bersifat personal bagi perawat dan klien, perawat harus berkomunikasi terapeutik dengan penuh kepekaan dan empati serta harus benar – benar memahami nilai mereka sendiri. Banyak klien memiliki kekuatan spiritual yang dapat dipertahankan oleh perawat untuk membantu mereka dalam mencapai atau mempertahankan perasaan kesejahteraan spiritual, sembuh dari penyakit, dan menghadapi kematian dengan tenang.

Kebutuhan spiritual ini sering muncul akibat penyakit atau krisis kesehatan lain. Klien yang memiliki keyakinan spiritual yang jelas dapat merasa bahwa keyakinan mereka ditantang oleh situasi kesehatan mereka. Pemenuhan kebutuhan spiritual klien juga dapat meningkatkan perilaku koping dan memperluas sumber – sumber penting yang tersedia.

Seorang perawat harus mempersiapkan sarana dan prasana yang akan digunakan oleh klien untuk melakukan ibadahnya. Contohnya yaitu ketika sudah memasuki waktu shalat kita mengingatkan pasien untuk melaksanakan shalat 5 waktu dan membantu untuk bersuci (wudhu untuk orang yang bisa melakukannya menggunakan air) dan (tayammum untuk orang yang tidak bisa menggunakan air karena dengan kondisi kesehatnya tersebut) setelah itu menyediakan mukena dan sajjadah untuk wanita dan sarung, sajjadah, baju koko, kopeah untuk laki-laki. Apabila klien ingin membaca Al-Qur’an kita harus mempersiapkannya. Namun, jika klien tidak bisa maka kita dapat membantu dengan mendengarkan ayat-ayat suci Al-qur’an tersebut di media lain, dan masih banyak hal hal yang dapat kita  persiapkan untuk membantu ibadah klien. Selain mempersiapkan hal tersebut perawat juga dapat membimbing ibadah pasien lainnyacontohnya dalam berdoa, berdizikir dan lain – lain.

Dan masih banyak lagi ibadah – ibadah lain yang dapat dilakukan oleh klien dengan kita membantu mempersiapkan sarana dan prasana ataupun membimbingnya dalam ibadah lain. Selain itu, jika kita tidak mampu atau kurang memahami dalam membantu klien untuk melaksanakan ibadahnya tersebut, kita dapat memanggilkan rohaniawan yang terdapat di Rumah Sakit tersebut. Untuk memperjelas dalam membantu dan membimbing ibadah klien tersebut saya akan bahas di postingan yang selanjutnya…… 🙂 🙂

 
 
  •